Menu


Tanggapi soal Sodetan Ciliwung, Fahri Hamzah: Ibu Kota Harus Dipisahkan dari Konflik Politik Rutin

Tanggapi soal Sodetan Ciliwung, Fahri Hamzah: Ibu Kota Harus Dipisahkan dari Konflik Politik Rutin

Kredit Foto: Instagram/Fahri Hamzah

Konten Jatim, Tokoh Politik -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menuturkan bahwa ibu kota negara seharusnya dipisahkan dari konflik politik rutin. Hal tersebut Fahri sampaikan sebagai tanggapan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Sodetan Ciliwung yang mangkrak selama enam tahun. 

"Saya semakin sadar bahwa memang sebaiknya ibu kota itu harus dipisahkan dari konflik politik rutin," ujar Fahri Hamzah, mengutip dari video yang diunggah di kanal YouTube Total Politik. 

Baca Juga: Proyek Sodetan Ciliwung Baru Kembali Berjalan, Pegiat Medsos Salahkan Cara Kerja Anies: Enggak Kunjung Tuntas, Bikin Mandek

Fahri Hamzah mengatakan bahwa secara teknik pengelolaan ibu kota yaitu DKI Jakarta, kontroversial. Oleh sebab itu seharusnya tidak menjadi bagian dari domain konflik. 

Selain itu, bisa menjadi pertimbangan di masa depan bahwa bentuk pengelolaan ibu kota tidak boleh masuk ke politik praktis yang berbenturan dengan kepentingan kabinet. 

"Saya keluar dari masalah sodetan ini tapi memberikan basis bahwa akhirnya ini terjadi. Bahwa ada semacam level politik tertentu yang memungkinkan satu kebijakan publik tidak bisa dieksekusi akhirnya jadi problem," tambah Fahri. 

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman