Menu


Jokowi, Pemimpin 'Inward-Looking' yang Kini Muncul Pegang Peranan Strategis dalam Misi Perdamaian Dunia

Jokowi, Pemimpin 'Inward-Looking' yang Kini Muncul Pegang Peranan Strategis dalam Misi Perdamaian Dunia

Kredit Foto: Instagram/jokowi

Konten Jatim, Jakarta -

Perang di zaman super modern seperti sekarang tentu sangat tidak populer dan membahayakan seluruh umat manusia di bumi.

Perang adalah sebuah kebodohan kolektif. Jika seluruh persenjataan sangat super modern dikeluarkan atas dasar emosi dan marah para pemimpinnya, tentu yang terancam bukan hanya negara yang berperang tapi seluruh isi bumi.

Bayangkan, bom nuklir teknologi setengah abad yang lalu saja sudah mampu membumihanguskan dua kota di Jepang. Teknologi persenjataan modern zaman sekarang pasti lebih dahsyat daya hancurnya dibandingkan tujuh dekade lalu.

Jadi, apa yang akan terjadi jika kecanggihan super dari peralatan perang zaman ini diterapkan dengan cara yang sama seperti di Hiroshima dan Nagasaki?



Atas dasar itu, pemimpin negara besar yang jengah harus berpikir lebih jauh akibat dari perang seperti sekarang ini. Sebaliknya, harus ada lebih banyak pemimpin yang hadir menjalankan misi perdamaian dibanding yang unjuk kegagahan dan kepongahan untuk mengobarkan perang seperti pada masa Perang Dunia I dan II.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman