Menu


Cerita dr. Zaidul Akbar: Kisah Seorang Marbot Masjid Punya Kista di Otak Gegara Sering Cekcok dengan Mertua

Cerita dr. Zaidul Akbar: Kisah Seorang Marbot Masjid Punya Kista di Otak Gegara Sering Cekcok dengan Mertua

Kredit Foto: YouTube/dr. Zaidul Akbar Official

Konten Jatim, Jakarta -

Pendakwah dan praktisi pengobatan sunnah, dr. Zaidul Akbar menceritakan sebuah kisah seorang marbot masjid yang memiliki kista di otak, yang diketahui belakangan bahwa pria tersebut sering cekcok dan beradu mulut dengan mertua.

Awalnya, dr. Zaidul menyebut bahwa semua kanker dan tumor berkaitan dengan sifat hasad (iri hati) dan dendam.

"Semua kanker atau tumor itu biasanya kaitannya sama hasad, dendam, atau kalau ada beberapa jenis tumor tertentu yang sifatnya lain tempat (yang jarang), itu biasanya kaitannya dengan hal lain," ujarnya dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip Konten Jatim pada Selasa (21/2/2023).

Baca Juga: Ingin Ibadah Umrah? dr. Zaidul Akbar Rekomendasikan Vitamin Ini untuk Dibawa, Bikin Kekebalan Tubuh Terjaga

Ia melanjutkan, dalam ceritanya, ada seorang marbot masjid yang berkonsultasi dengannya mengenai kondisi penyakitnya.

Pria tersebut diketahui punya kista di otak.

"Contoh beberapa waktu yang lalu saya ketemu dengan seorang marbot di sebuah masjid di mall. Karena saya sudah ngerti ilmunya, pertanyaan saya tuh sederhana ke dia. 'Bapak ada masalah nggak dengan istri atau mungkin dengan bapak ibu atau dengan mertua? Masalah yang hubungannya dengan prinsip?'," lanjutnya.

Setelah dikulik oleh dr. Zaidul dan ditanya apakah ada masalah dengan keluarganya perihal hal-hal yang prinsipil, sang pria kemudian tampak ingin menangis.

"Terus dia diam, mau sedikit terharu biru gitu kan, kayak mau nangis gitu. Lalu akhirnya dia cerita," tambahnya.

Ternyata, dari ceritanya, sang marbot masjid itu sudah 10 tahun tinggal di rumah mertua, dan kerap kali beradu mulut. Tak hanya itu, dia juga kerap mengingatkan mertuanya untuk salat, tetapi kerap dicounter balik dengan bantahan. Hal inilah yang dimaknai punya perbedaan prinsip.

"Jadi itu 10 tahun tinggal di rumah mertua dan mertuanya tuh hampir saban hari berantem. Itu yang pertama. Yang kedua, mertuanya nggak salat, setiap dia ngingatin itu ke mertuanya langsung dicounter balik, lemparan lagi kan. Prinsip kan, apalagi prinsipnya hubungannya sama agama," terangnya.

dr. Zaidul lantas memberi solusi agar pria tersebut pindah dari rumah mertuanya terlebih dahulu. Itu adalah langkah pertama yang harus dilakukan jika sang pria tersebut ingin sembuh.

"'Jadi gimana solusinya Ustadz?'. 'Pindah', saya bilang. Harus pindah. Mau sembuh, pindah. Gak ada herbal atau apa pun yang bisa ngobatin ini kecuali antum pindah terlebih dahulu, itu solusinya," bebernya.

Ia memaparkan bahwa tak perlu memikirkan perihal obat herbal dahulu, apabila hatinya masih belum benar, dalam artian masih menyimpan dendam atau emosi pada orang lain.

Baca Juga: dr Zaidul Akbar: Keraguan Tak Boleh Ada dalam Jiwa Seorang Mukmin

Sebab, tutur dr. Zaidul, kunci pengobatan dari semua masalah adalah ikhlas dan sabar itu sendiri.

"Sepanjang ini (hati) nggak dibenerin, nggak usah mikir herbal apa pun. Maka dalam Islam, kunci pengobatan atau kunci dari semua masalah kehidupan kita itu apa? Ikhlas, sabar," tandasnya.