Menu


Ih Serem, Manggarai Chaos! Kereta Banyak yang Telat, Penumpang Numpuk! Ini Weekend lho, Gimana Kalau Hari Kerja...

Ih Serem, Manggarai Chaos! Kereta Banyak yang Telat, Penumpang Numpuk! Ini Weekend lho, Gimana Kalau Hari Kerja...

Kredit Foto: Twitter/@CommuterLine

Konten Jatim, Jakarta -

Kepadatan penumpang dalam jumlah besar terjadi di Stasiun Manggarai, Sabtu (28/5/2022) hari ini. Kepadatan tersebut merupakan imbas dari hari pertama penerapan rute baru KRL commuterline.

Akun twitter KAI Commuter Indonesia, @CommuterLine, jadi sasaran kritikan warga. Sebagian dari mereka memposting foto yang memperlihatkan kepadatan penumpang di Manggarai.

Kepadatan penumpang merupakan imbas kedatangan kereta di stasiun yang terlalu lama.

Baca Juga: Ingat, Rute Baru KRL Berlaku 28 Mei Hari Ini! Cek Nomor Peron di Manggarai: Mana yang ke Bekasi/Cikarang, Mana yang Ke Depok/Bogor

Banyak penumpang yang khawatir apabila kebijakan perubahan rute baru KRL ini terus dipertahankan. Pasalnya, jika weekend saja kondisinya seperti ini, bagaimana jika hari kerja.

"30 menit lebih nunggu di karet buat ke stasiun bekasi. Penuhnya kaya begini.. gokilll Gimana hari kerjaaa," tulis @nov*__***e.

Sementara itu, akun @nad***_***1 mengatakan, perjalanannya dari Stasiun Depok sampai Manggarai memakan waktu 1 jam, durasi yang tergolong terlalu lama dan tidak seperti biasanya.

"Ini weekend lho gmn klo weekday? Apa ga akan terjadi penumpukan? Perubahan rute bkn nya memudahkan malah menyusahkan pengguna KRL. Mohon utk dikaji kebijakan yg baru," tulis dia.


Lamanya waktu tunggu kedatangan kereta juga dikeluhkan beberapa penumpang lain.

"Asli.. Bad bgt ini. Gwnunggu kereta di Manggarai mau ke Jatinegara aj nunggu 35menit lebih," tulis @eg******AL.

"Ini weekend loh, gimana weekday. Bener bener ampun deh!!! Buat yg kerjanya lewat st manggarai, fox lu harus nambah waktu 1-2 jam lg dr biasanya," keluh @Bot****z.

"SEREM BGT MANGGARAI KY TRAIN TO BUSAN BUSETT," tulis @vn****p.

"The chaos in Manggarai St since all of Bogorians and Depok people that want to go to Sudirman - Tn Abang - Duri should transit in here. Sampai kapan? Apakah g sebaiknya headwaynya ditambah? Penumpang menumpuk parah Ga kebayang kl weekday," kata pemilik akun @Da***t.

"Hari ini ke Bogor naik dari St. Sudimara, sampai di St. Tanah Abang langsung chaos penumpang menumpuk, kereta yang ke arah Manggarai lama datangnya, ketika tiba di manggarai makin chaos lagi karna banyak banget yang transit. Semoga jadi evaluasi hari pertama," ujar @Ari***y_


Selama beberapa tahun ini, layanan KRL melayani sekitar enam rute. Namun, dengan adanya rute baru ini, layanan dipangkas menjadi hanya lima rute.

Perubahan rute ini akan sangat dirasakan penumpang dari dan ke Bekasi, Cikarang, Bogor dan Depok.

Pada rute lama, penumpang dari dan ke Bogor/Depok bisa langsung ke Stasiun Sudirman dan Tanah Abang tanpa perlu transit. 

Namun, dengan perubahan rute baru ini, penumpang Bogor/Depok yang ingin ke Sudirman dan Tanah Abang harus transit dulu di Manggarai untuk berpindah ke rute Cikarang/Bekasi.

Kondisi yang sama juga dialami penumpang dari dan ke Bekasi/Cikarang yang hendak ke Juanda atau Gondangdia. Pada rute yang lama mereka bisa langsung tanpa perlu transit.

Untuk rute baru, penumpang Bekasi/Cikarang yang hendak menuju ke Juanda atau Gondangdia harus transit dulu di Manggarai untuk pindah ke KRL rute Bogor/Depok/Nambo yang mengarah ke Kota.



Namun, ada juga keuntungan bagi penumpang Bekasi/Cikarang terkait perubahan rute ini. Mereka yang ingin ke Sudirman dan Tanah Abang kini tak perlu transit.

Pada rute lama, penumpang Bekasi/Cikarang yang hendak ke Sudirman dan Tanah Abang harus transit dulu di Manggarai.

Untuk rute baru KRL, seluruh pelayanan perjalanan dari dan ke Cikarang/Bekasi akan dilayani di peron jalur 6 dan 7 yang berada di lantai dasar Stasiun Manggarai.

Sementara itu, seluruh pelayanan perjalanan dari dan ke Bogor/Depok/Nambo akan dilayani di peron 10, 11, 12, 13 yang berada di lantai dua Stasiun Manggarai.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO