Menu


Cegah Panic Buying, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah

Cegah Panic Buying, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah

Kredit Foto: Pemkot Surabaya

Konten Jatim, Surabaya -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menerapkan langkah-langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi instrumen utama Pemkot Surabaya dalam menanggulangi potensi panic buying, mengingat ketersediaan bahan pangan di kota ini sudah mencukupi.

Agung Supriyo Wibowo, Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Pemkot Surabaya, mengungkapkan bahwa Pasar Murah diadakan setiap minggu di 31 wilayah kecamatan. Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pangan, termasuk beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabe, telur, dan daging, dipasarkan di lokasi-lokasi strategis seperti halaman kantor kecamatan, kelurahan, dan Balai RW.

Agung Supriyo juga menjelaskan bahwa GPM, dengan pola yang serupa namun kuantitas yang lebih besar, turut dijalankan oleh Pemkot Surabaya. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pangan yang memadai di berbagai wilayah kota. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, Pemkot Surabaya menekankan bahwa ketersediaan bahan pangan di kota ini sudah mencukupi.

Dwi Suryaning Endah Yanie, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa GPM diadakan 1-3 kali sebulan dengan lokasi yang berputar di wilayah-wilayah berbeda di Surabaya. Dalam GPM, berbagai bahan pokok, termasuk beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, dan telur, disediakan dalam kuantitas yang cukup besar.

Baca Juga: Sampai 17 Maret 2024! Pemkot Surabaya Gelar Lomba Desain Motif Batik Khas Suroboyo

Pemkot Surabaya juga memberikan peluang kepada kelompok tani dan peserta program padat karya untuk berjualan dalam kegiatan GPM. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan. Bahkan, warga yang tergabung dalam program padat karya, seperti beternak lele, diberikan kesempatan untuk menjual hasil budidaya ikan mereka dalam kegiatan GPM.

Dengan berbagai langkah proaktif ini, Pemkot Surabaya terus bersinergi dengan masyarakat untuk menjamin ketersediaan pangan yang memadai, sekaligus mengurangi risiko terjadinya panic buying yang tidak perlu.

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan