Menu


Harga Komoditas di Kediri Terpantau Stabil Pasca Lebaran

Harga Komoditas di Kediri Terpantau Stabil Pasca Lebaran

Kredit Foto: Pexels/Clem Onojeghuo

Konten Jatim, Surabaya -

Setelah melewati perayaan Idulfitri tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengendalikan harga komoditas di Kota Kediri, khususnya setelah momen hari raya keagamaan tersebut.

Dalam rilis resmi Pemkot Kediri, Moh Ridwan selaku Kepala DKPP Kota Kediri menyebut bahwa hasil pemantauan yang dilakukan pada Kamis (18/4) menunjukkan adanya penurunan harga beberapa komoditas pangan. 

Berdasarkan data yang diperoleh, beras premium mengalami penurunan harga mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp14.900 (sedangkan HET sebesar Rp14.950), sementara beras medium mencapai Rp12.400 (lebih dari HET sebesar 14,2%). Hal ini mengindikasikan bahwa harga beras berada dalam kisaran stabil.

Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah, misalnya, mengalami kenaikan harga menjadi Rp58.056 (melebihi HET sebesar 39,9%), sementara bawang putih justru mengalami penurunan menjadi Rp39.000. Meskipun demikian, Ridwan menyatakan bahwa harga bawang merah masih dalam batas yang dapat ditoleransi karena bukan merupakan komoditas pangan pokok.

Selain itu, harga gula pasir, minyak goreng kemasan sederhana, dan minyak goreng curah tetap stabil, masing-masing dijual dengan harga Rp17.400, Rp16.030, dan Rp15.800. Seluruh jenis cabai juga mengalami penurunan harga hingga di bawah HET, menunjukkan adanya stabilitas harga di pasar. Begitu juga dengan aneka protein hewani seperti daging ayam dan telur ayam yang harganya tetap stabil, serta daging sapi yang dijual dengan harga Rp120.000/kg.

Baca Juga: Menjaga Asa Indonesia Emas Berkelanjutan, Warta Ekonomi Hadirkan Economic dan Business Outlook 2024

Ridwan menegaskan bahwa hasil monitoring pasar akan dilaporkan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapanas) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur. Selain itu, hasil pemantauan juga akan dilaporkan ke Sekretaris Daerah Kota Kediri selaku Ketua Satgas Pangan Kota Kediri untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan pangan di Kota tersebut.

Meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, Ridwan menekankan bahwa pasokan pangan di Kota Kediri sangat tersedia. Dengan adanya pasar grosir dan pasar konsumen, kebutuhan pangan masyarakat Kota Kediri dapat tercukupi dengan baik. Ia juga berharap agar masyarakat tidak melakukan panic buying, karena kondisi pasokan pangan telah terjamin di Kota Kediri.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi harga bahan pokok di pasar Kota Kediri pasca Idulfitri 2024 relatif stabil, dengan beberapa komoditas mengalami penurunan harga dan yang lainnya tetap stabil. Hal ini menunjukkan efektivitas upaya yang dilakukan oleh DKPP Kota Kediri dalam mengendalikan harga komoditas pangan di wilayah tersebut.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO