Menu


Ingin Laporkan soal Korengan ke Polisi, Niluh Djelantik Malah Makin Dibully: Korengan Lapornya ke Dokter Kulit, Peak Loe

Ingin Laporkan soal Korengan ke Polisi, Niluh Djelantik Malah Makin Dibully: Korengan Lapornya ke Dokter Kulit, Peak Loe

Kredit Foto: Tangkapan layar di Twitter

Konten Jatim, Jakarta -

Pegiat media sosial Resty Cayah menanggapi sinis laporan polisi yang akan dibuat Niluh Djelantik.

Sebelumnya, mantan kader Partai NasDem tersebut mengaku akan melaporkan orang yang diduga menghinanya, yakni Kimberly Rebeca.

Niluh yang juga loyalis Jokowi Ahok itu melaporkan Kimberly lantaran diduga melakukan bodyshaming dan menghina kondisi fisiknya, karena menyebutnya dengan sebutan korengan, kudis, kurapan.

Baca Juga: Dihina Lantaran Korengan, Niluh Djelantik si Loyalis Jokowi Ahok Itu Akhirnya Putuskan Lakukan Hal Ini ke Penghinanya

Niat melaporkannya itu menurut Resty adalah tindakan yang bodoh, hal ini lantaran foto yang dia unggah adalah fotonya sendiri yang memperlihatkan koreng.

Pendukung Anies Baswedan itu juga mengatakan bahwa harusnya Niluh melapornya ke dokter kulit (berobat), bukan malah ke polisi.

"Tolol loe bu @niluhdjelantik @ . Kan yg share ke publik foto dgn kaki koreng inikan loe sendiri . Dan tuh akun bicara apa adanya . Klu kaki loe yg korengan lapornya ke dokter kulit jgn ke Polisi . Peak loe," tulis Resty di akun @restyca_yah pada Rabu (23/11/2022).

Untuk sebelumnya, Niluh Djelantik berencana melaporkan Kimberly lantaran diduga menghina fisiknya.

Hal ini seperti unggahan yang disampaikan melalui akun media sosial Twitter pada Rabu (23/11).

"LAPOR POLISI. Diskusi dgn sahabat & masukan dari Kesayangan ND. Mbok memutuskan akan melaporkan akun di foto ini ke kantor polisi. Siap-siap curhatmu diketikin. Sebagai pembelajaran untuk tidak lagi menghina perempuan&sesama yang tidak sepaham," tulisnya di akun @niluhdjelantik.

Baca Juga: Wadidaw, Kali Ini Niluh Djelantik Gak Main-main, Orang yang Ngehina Dia Korengan Bakal Diginiin…

Menurutnya, laporan tersebut sebagai pembelajaran agar Kimberly tidak lagi menghina perempuan dan tidak lagi menghina fisik orang lain.