Menu


Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja, Wagub Emil Ajak Kampus Swasta Kembangkan Cloud Computing

Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja, Wagub Emil Ajak Kampus Swasta Kembangkan Cloud Computing

Kredit Foto: Kominfo Jatim

Konten Jatim, Surabaya -

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memaparkan beberapa tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menjawab perubahan zaman di masa mendatang. Salah satunya melalui pengembangan program komputasi awan atau cloud computing

Sebagai informasi, komputasi awan adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet).

Terdapat beragam aplikasi maupun data dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam.

Baca Juga: Pemprov Jatim Resmi Naikkan UMK untuk Tahun 2023

Mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Komputasi awan bisa dianggap sebagai perluasan dari virtualisasi. 

“Komputasi awan (Cloud Computing) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’),” kata Wagub Emil saat membuka Musyawarah Wilayah Ke 5 oleh Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Jawa Timur di Gelora Hasta Brata Universitas PGRI Adi Buana, Sabtu, (10/12/2022). 

Disampaikan Wagub Emil, mengutip konsep Prof Schelma dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang ditulis di Word Economy Forum mengenai New Education Institusional Model serta hasil perbincangan dengan Menteri Pendidikan dan Dirjen Pendidikan tinggi, sebenarnya memusat atau linier dengan apa yang dilakukan segenap insan perguruan tinggi di Jatim. 

Salah satunya menggantikan satu semester dengan sebuah program pengembangan komputasi awan (clud computing) untuk suatu soft file atau solusi yang dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di sector public, antara lain pendidikan, pelayanan public dan Kesehatan.

Khazanah Islam: Cak Nun: Karma Itu Sunnatullah, Bentuknya Bisa Beragam dan Tak Bisa Dihitung

Tampilkan Semua Halaman