Menu


Keindahan Tersembunyi Pacitan, Pantai Klayar dengan Pengalaman Landscape dari Bukit

Keindahan Tersembunyi Pacitan, Pantai Klayar dengan Pengalaman Landscape dari Bukit

Kredit Foto: Instagram/Pantai Klayar Pacitan official

Konten Jatim, Jakarta -

Siapa yang tak suka berlibur atau healing di pantai? Dikelilingi pasir bersih dan ombak yang menawan, suara desir air yang tak henti-hentinya, hingga makhluk hidup pantai dan bibir laut yang mempesona. Semua keindahan tersebut bisa dinikmati, termasuk di salah satu pantai di wilayah Pacitan, Pantai Klayar.

Berbagai aspek kekayaan tersembunyi di Pantai Klayar yang menjadi bagian dari Bumi Pacitan ini, terlebih dari segi estetika: Pasir putih yang membentang, ombak jernih yang memecah, serta dua bukit karang di sisi kanan-kiri.

Pacitan dikenal sebagai Kota Seribu Gua, yang juga populer akan pantai-pantainya. Di Pantai Klayar, pengunjung bisa naik ke bukit karang di kanan dan menikmati landscape pantai yang indah. 

Sisi selatan Jawa Timur ini berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah. Tepatnya, Desa Sendang, kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, sekitar 40 km ke arah barat dari Kota Pacitan.

Tak cuma kaya estetika bak surga, Pantai Klayar juga punya misteri. Di samping pasir putih, karang raksasa yang mirip Sphinx di mesir, air mancur alami, air terjun, seruling laut, dna batu karang indah, Pantai Klayar juga mengandung berbagai cerita misteri yang mengundang wisatawan mancanegara.

Mengutip Pacitanku, seperti berbagai pantai lainnya, Pantai Klayar juga punya pantangan yang mesti dipatuhi para wisatawan. Hal ini dikaitkan dengan ganasnya ombak di saat tertentu. 

Adapun, lima pantangan di Pantai Klayar adalah buang sampah sembarangan, memasuki area berbahaya, memasuki wilayah seruling samudera tanpa dikawal, merusak ekosistem laut, hingga melakukan pemujaan.

Tentu saja, pantangan-pantangan tersebut terbilang umum dan sangat terbayarkan dengan keindahan Pantai Klayar yang indah bersih tanpa sampah, ekosistem terjaga, dan terus aman dikunjungi sepuasnya tanpa merasa resah.

Khazanah Islam: Cak Nun: Karma Itu Sunnatullah, Bentuknya Bisa Beragam dan Tak Bisa Dihitung