Menu


Legenda Jawa Gunung Semeru, Digendong Dewa Wisnu dalam Kepercayaan Hindu

Legenda Jawa Gunung Semeru, Digendong Dewa Wisnu dalam Kepercayaan Hindu

Kredit Foto: Pixabay/ajuprasetyo

Konten Jatim, Jakarta -

Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan tercatat telah aktif sejak 1818, rupanya juga mempunyai sejarahnya sendiri dengan masyarakat Jawa sejak zaman kuno. Terdapat legenda antara Gunung Meru ini dengan kepercayaan masyarakat.

Dalam kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, masyarakat Jawa percaya bahwa dahulu kala, Pulau Jawa mengambang di lautan luas. Pulau ini terombang-ambing dan terus berguncang.

Akhirnya, para dewa memutuskan memakukan Pulau Jawa dengan memindahkan Gunung Meru di India ke atasnya. Gunung itu pun digendong oleh Dewa Wisnu yang menjelma menjadi kura-kura raksasa, sedangkan Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang demi melilit gunung dan sang kura-kura agar bisa mengantarkan gunung dengan aman.

Berbagai sumber menyebut, gunung itu diletakkan di bagian pertama pulau yang mereka temui, yakni bagian barat Pulau Jawa. Namun, berat sang gunung mengakibatkan bagian ujung timur pulau terangkat ke atas, sehingga dipindahkan ke bagian timur Pulau Jawa.

Ketika dipindahkan, serpihan Gunung Meru berceceran sehingga menciptakan jajaran pegunungan di Pulau Jawa, memanjang dari barat ke timur. Sayangnya, Pulau Jawa tetap miring setelah gunung dipindahkan ke timur sehingga para Dewa memutuskan memotong sebagian gunung untuk diletakkan di barat laut.

Penggalan ini pun membentuk Gunung Pawitra yang kini dikenal dengan nama Gunung Penanggungan.

Bagian utama Gunung Meru yang menjadi tempat bersemayam Dewa Shiwa, kini dikenal dengan nama Gunung Semeru. Banyak pohon Jawawut terlihat saat Sang Hyang Siwa datang ke Pulau Jawa, sehingga pulau ini dinamakan Jawa.

Legenda ini begitu pas dengan lingkungan geografis pulau Jawa yang memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama ini, Gunung Meru ada dan dianggap sebagai rumah tempat bersemayam para dewa dan penghubung bumi dan Kayangan.

Khazanah Islam: Sama-Sama Menyembelih Hewan, Berikut Perbedaan Qurban, Hadyu Dan Aqiqah