Menu


Hampir Selalu Ramai, Wisata Religi Makam Sunan Ampel Menarik dari Berbagai Aspek

Hampir Selalu Ramai, Wisata Religi Makam Sunan Ampel Menarik dari Berbagai Aspek

Kredit Foto: Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya

Konten Jatim, Jakarta -

Makam Sunan Ampel ialah salah satu destinasi wisata religi yang sangat terkenal di Jawa Timur. Sunan Ampel sendiri merupakan tokoh penting dan ulama terkenal Indonesia. 

Wali Songo merupakan salah satu tokoh-tokoh yang dikenal umat Muslim tanah Jawa. Adapun, Wali songo yang dimakamkan di Surabaya ialah Sunan Ampel. Makam tersebut menjadi saksi bisu dari perjuangan Islam di wilayah Jawa Timur.

Selain melakukan wisata religi, pengunjung makam Sunan Ampel juga dapat menikmati arsitektur masjid yang dibangun dengan konsep perpaduan antara Jawa kuno dan Arab. Bahkan, ada pula sentuhan arsitektur Tiongkok.

Baca Juga: Episode Sinau Bareng Cak Nun, Kisahkan ‘Orong-orong’ dan Sunan Kalijaga: Makna Tersirat untuk Hidup Tenang

Dari pantauan Konten Jatim pada lama Google Trends, makam Sunan Ampel menjadi destinasi wisata religi yang paling banyak dicari netizen. Tak heran, makam Sunan Ampel yang bersebelahan dengan makam Dewi Condrowati, istri pertamanya ini punya banyak daya tarik di samping makam itu sendiri.

Adapun Masjid Agung Sunan Ampel yang berada di depan makam Sunan Ampel, dulunya bernama Masjid Ampel Denta, menurut KSMTour, kini menjadi salah satu situs bersejarah. Pembangunannya disebut-sebut pernah dilakukan pada 1396 M, ada juga yang menyebut pada awal abad 14 atau sekitar tahun 1421 M.

Tak hanya masjidnya, makam Sunan Ampel juga penuh daya tarik dari segi wisata karena perkampungan Arab yang terkenal. Di sana, pengunjung dapat menemukan pernak-pernik khas Arab: gamis, hijab, peci, gelang, air zam-zam, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Apakah Tahnik Wajib dalam Agama Islam? Ini Jawabannya

Meski cukup ramai sehari-harinya, pengunjung makam Sunan Ampel biasanya meningkat pada bulan Ramadhan karena kedatangan wisatawan Islam dari berbagai pelosok negeri.

Khazanah Islam: Cak Nun: Karma Itu Sunnatullah, Bentuknya Bisa Beragam dan Tak Bisa Dihitung