Menu


5 Rekomendasi Kuliner Rawon Lezat Jatim, Hidangan Khusus Acara Adat yang Sekarang Umum

5 Rekomendasi Kuliner Rawon Lezat Jatim, Hidangan Khusus Acara Adat yang Sekarang Umum

Kredit Foto: Hesti's Kitchen

Konten Jatim, Jakarta -

Saat mendengar kata rawon, kita pasti terpikirkan akan hidangan khas Jawa Timur berkuah hitam dan kaya rasa yang begitu lezat. Rawon merupakan hidangan rebus berkuah hitam pekat dan dilengkapi irisan daging sapi. Kluwek dalam bumbunya membuat kuah makanan ini jadi hitam pekat.

Saat ini, rawon memang sudah umum. Namun, dulunya ini merupakan hidangan khusus yang hanya disajikan saat acara adat saja. Meski kini dijual di mana-mana, tak semua penjual bisa menyajikan rawon yang bercita rasa khas dan bumbu pas.

Baca Juga: 

Nah, tentu saja ada dari mereka yang menjual rawon lezat, terlebih di Jawa Timur (Jatim) yang merupakan asal makanan ini. Berikut rekomendasi 5 kuliner rawon lezat di Jatim, menurut ulasan dari Go Travelly!

1. Rawon Setan

Warung makan rawon yang satu ini sudah sangat terkenal sampai di dalamnya akan berjejer foto artis dan tokoh terkenal yang pernah makan di sana. Tempat yang sangat legendaris ini menyajikan menu rawon dan lainnya. Tentunya, Rawon Setan juga digemari banyak orang.

Alamat warung makan ini ialah Jl. Embong Malang No. 78 Surabaya. Lebih rinci, ia terletak persis di seberang Hotel JW Marriot dan setiap harinya akan ramai dikunjungi. Nama unik Rawon Setan sendiri hadir karena warung ini hanya buka pada malam hari.

2. Rawon Kalkulator

Rekomendasi kuliner rawon di Jatim selanjutnya ialah Rawon Kalkulator yang berada di daerah Taman Bungkil Surabaya. Spesialnya, tempat ini menyajikan rawon kalkulator dengan menyiramnya pada nasi putih dan dilengkapi berbagai makanan lain, seperti tempe, kentang, tahu, dan lainnya, lengkap dengan irisan kecambah dan bawang merah goreng.

Baca Juga: 

Nama Rawon Kalkulator sendiri tercipta karena penyajiannya begitu cepat dan penjual yang mampu menghitung dengan sangat cepat sehingga pelayanannya memuaskan.

Khazanah Islam: Cak Nun: Karma Itu Sunnatullah, Bentuknya Bisa Beragam dan Tak Bisa Dihitung

Tampilkan Semua Halaman