Menu


Daya Tarik Malam Hari di Simpang Lima Gumul Kediri, Monumen Jawa yang Mirip Monumen Perjuangan Paris

Daya Tarik Malam Hari di Simpang Lima Gumul Kediri, Monumen Jawa yang Mirip Monumen Perjuangan Paris

Kredit Foto: Kab. Kediri

Konten Jatim, Jakarta -

Simpang Lima Gumul (SLG) merupakan monumen Kabupaten Kediri yang mirip dengan Arc de Triomphe di Paris, yang jadi monumen untuk memperingati dan menghormati para pejuang yang mati bertempur dalam Revolusi Prancis dan Perang Napoleon.

Namun begitu, bukan berarti SLG tak memiliki ciri dan nilainya sendiri. Pasalnya, dari ukuran bangunan 804 meter persegi, ditumpu 3 tangga 3 meter dari dasar pura, dan tinggi 25 meter-nya pun punya makna tanggal berdirinya Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804M.

Monumen yang terletak di Simpang Lima Gumul ini jadi Ikon Kabupaten Kediri. Terlebih, letaknya hanya sekitar 6 km dari Kota Kediri dan 120 km dari Bandara Juanda Surabaya. Proyeksi SLG ialah menjadi kota baru dan pusat perdagangan Jawa Timur bagian barat. 

Baca Juga: Hampir Selalu Ramai, Wisata Religi Makam Sunan Ampel Menarik dari Berbagai Aspek

Tak heran, monumen ini sudah dilengkapi dengan convention hall dan gedung serbaguna, bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU, serta sarana rekreasi megah Water Park Gumul Paradise Island.

Di malam hari, daya tarik monumen ini berlipat ganda. Kita dapat melihat keseluruhan lampu-lampu di seluruh Kabupaten Kediri jika berada di puncaknya, dan cahaya dari bangunan ini sendiri pun begitu indah. Banyak pengunjung yang selalu gemar meramaikan monumen ini dengan bersantai di area monumen ataupun berwisata kuliner tradisional.

Di akhir pekan, khususnya Sabtu malam dan Minggu pagi, biasanya monumen ini dipadati oleh pengunjung yang akan berolahraga, rekreasi, ataupun menikmati ramainya pasar Tugu.

Secara rinci, berikut daya tarik yang diberikan oleh Simpang Lima Gumul:

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Religi Islami Jawa Timur yang Diincar Wisatawan

  • Desain dan arsitektur yang dirancang hampir menyerupai Arch D’Triomphe Perancis, tetapi lebih ditonjolkan ke seni budaya Kabupaten Kediri.
  • Diorama tentang sejarah Kediri di dalam gedung.
  • Tinggi monumen 28 m dan 8 lantai.
  • Tiga jalan terowongan bawah tanah untuk menuju ke monumen.
  • Posisi tepat di tengah simpang lima dan di pusat perdagangan Kabupaten Kediri.
  • Wisatawan dapat mencapai anjungan untuk melihat keindahan Kediri dari atas monumen.
  • Pelayanan Pusat Informasi Pariwisata dan Potensi Kabupaten Kediri.
  • Disediakan minimarket, cafetaria, dan toko beragam souvenir khas Kediri.

Khazanah Islam: Apakah Boleh Memakan Hadyu Setelah Dikurbankan? Ini Penjelasannya