Menu


Koalisi Gerindra-PKB Berpotensi Kandas, Pengamat: Cak Imin Lebih Agresif dibanding Prabowo

Koalisi Gerindra-PKB Berpotensi Kandas, Pengamat: Cak Imin Lebih Agresif dibanding Prabowo

Kredit Foto: Instagram @cakiminow

Konten Jatim, Jakarta -

Koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dengan PKB disebut berpotensi untuk kandas alias bubar, sebab koalisi tersebut cenderung tanpa progres.

Hal ini lantaran Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang terlihat ngotot harus menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) bersama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Sikap ngotot itu pun tergambar saat ini.

Baca Juga: Bandingkan dengan Pemerintahan SBY, Rocky Gerung: Kapal Karam Tepat Disematkan ke Jokowi

"Bahkan, Cak Imin ini terlebih lebih agresif dibanding Prabowo," kata analisis politik Unhas, Ali Armunanto, kepada FAJAR, jaringan Konten Jatim, Selasa, 17 Januari.

Dalam sejumlah publikasi, isu pencapresan didominasi Cak Imin.

Kelihatan bahwa yang berambisi berpasangan adalah Cak Imin, justru Prabowo tidak terlalu ngotot, yang bahkan kelihatan mencari alternatif lain, misalnya saat Prabowo kembali mencoba melakukan pertemuan dengan Sandiaga Uno selama tiga jam.

Namun, justru Cak Imin terus memosisikan diri dan menekan Gerindra agar segera mengambil keputusan terhadap nasib koalisi.

"Jadi bisa saja bubar kalau dipaksakan. Karena Prabowo maju keempat kalinya, tentu tidak mau kalah lagi. Maka, kalau dia ambil Cak Imin, jelas dia akan kalah," kata Ali.

Apalagi, jika lawannya, Anies dan Ganjar, keduanya bukan lawan lemah.

"Jadi minimal mengambil Sandi agar bisa kembali mengambil kekuatan kemarin," jelas Ali.

Baca Juga: Ucapan 'Jokowi Bak Firaun' Banyak Dikecam, Politikus Demokrat Ini Bela Cak Nun: Jangan Takut Dihina untuk Tegakkan Kebenaran

Dalam perspektif lain, PKB-Gerindra ini adalah koalisi yang sangat pragmatis karena tidak ada relasi ideologi antarkedua partai.

PKB Islam tradisional dan Gerindra nasionalis modernis.

"Jadi saya melihat bahwa PKB ini menjadi jauh lebih pragmatis ketimbang Gerindra," katanya.

Kebijakan yang diajukan Gerindra masih dalam garis ideologinya, berbeda dengan PKB yang sangat pragmatis.

Jadi kemungkinan besar akan terjadi bargaining.

Sangat tidak mungkin Prabowo mengambil Cak Imin menjadi cawapres karena kartu mati.

Di lain sisi dengan PKB sangat dibutuhkan Gerindra untuk menggenapkan syarat pencalonan.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Fajar.