Menu


Sejarah Hari Ini: Kelahiran Jenderal Sudirman, Tokoh Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Hari Ini: Kelahiran Jenderal Sudirman, Tokoh Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

Kredit Foto: Istimewa

Konten Jatim, Depok -

Tanggal 24 Januari merupakan hari lahir dari salah satu tokoh penting bagi Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Tokoh yang dimaksud di sini adalah Jenderal Besar Sudirman.

Melansir laman resmi Kepustakaan Nasional dan sumber relevan lain pada Selasa (24/1/2023), Jenderal Sudirman lahir dengan nama asli Raden Sudirman. Dirinya lahir di Magelang pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah.

Baca Juga: Azab Pelaku Pelecehan Seksual Menurut Pandangan Ustadz Maulana

Sudirman kecil sudah menunjukkan sifat yang kelak membuatnya dihormati oleh berbagai kalangan. Dirinya merupakan anak yang punya sifat nasionalis, disiplin dan giat ketika melakukan pekerjaannya, baik itu pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah atau dalam organisasi.

Sebelum masuk ke dunia militer, Sudirman mulanya bekerja sebagai guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap, Jawa Tengah. Setelah Pembela Tanah Air (PETA) didirikan, Sudirman memutuskan terjun ke militer untuk membela negaranya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Gharar Yang Perlu Dihindari oleh Umat Muslim

Ada kisah di mana Sudirman sempat memprotes tindakan tentara Jepang yang bersikap semena-mena terhadap orang Indonesia. Sudirman juga konon pernah hampir dibunuh oleh Jepang karena sikap “pembangkang”nya.

Setelah lulus dari akademi PETA, Sudirman diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Barat. Dan pasca kemerdekaan Indonesia, tepatnya Oktober 1945, Sudirman didapuk menjadi Panglima Divisi V di Banyumas, Jawa Tengah ketika awal berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Baca Juga: Apa Itu Gharar? Jual Beli Ilegal dalam Agama Islam

Sudirman sendiri diketahui diangkat menjadi Panglima TKR pada November 1945 dan melalui pemungutan suara. Dan pada Mei 1946, Sudirman diangkat menjadi Jenderal sekaligus pemimpin dari Tentara Republik Indonesia (TRI). Statusnya tidak berubah sampai saat ini.

Disinyalir bahwa sifat dan kepribadiannya membuat para pemilih, termasuk seniornya, yakin bahwa dirinya adalah sosok yang pantas memimpin TKR.

Baca Juga: Belum Tentu Ada Kecocokan, Tetapi Membangun Sekretariat Bersama

Hal yang paling dikenang dari Jenderal Sudirman adalah kala dirinya ikut terjun langsung ke perang gerilya melawan Belanda. Saat itu, kondisi Jenderal Sudirman jauh dari kata optimal, karena dirinya mengidap tuberkulosis paru-paru (TBC).

Namun, dirinya tetap memaksakan diri untuk turun langsung ke medan perang. Jenderal Sudirman memerintahkan anak buahnya untuk menandunya kesana dan kemari sembari dirinya memberi arahan terkait apa yang harus dilakukan di medan perang.

Baca Juga: Ongkos Haji Naik, Rocky Gerung: Keindahan Rohani Tak Boleh Dibatalkan dengan Kalkulasi Ekonomi

Pada akhirnya, kondisi Jenderal Sudirman membuatnya tidak lagi sanggup untuk menghadiri medan perang. Namun, dirinya akan selalu ada untuk dimintai pendapat terkait apa yang harus dilakukan ketika perang.

Tanggal 29 Januari 1950, 5 hari setelah ulang tahunnya yang ke-34, Jenderal Sudirman mengembuskan napas terakhirnya di Magelang, jawa Tengah. Dirinya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta dan dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Baca Juga: Pidato Anies Baswedan Disebut Omong Kosong, Ruhut Sitompul: Terlalu Banyak Kebohongan

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan