Menu


dr Zaidul Akbar: Keraguan Tak Boleh Ada dalam Jiwa Seorang Mukmin

dr Zaidul Akbar: Keraguan Tak Boleh Ada dalam Jiwa Seorang Mukmin

Kredit Foto: YouTube/dr. Zaidul Akbar Official

Konten Jatim, Jakarta -

Pendakwah dan praktisi pengobatan sunnah, dr. Zaidul Akbar menyebut bahwa setiap muslim hendaknya tak pernah merasa ragu dan cemas perihal apa yang dilakukannya.

Pasalnya menurutnya, dalam agama telah jelas ketentuan mengenai hal-hal yang diharamkan dan diperbolehkan.

Perasaan ragu dan cemas, tutur dr. Zaidul, munculnya dari syaiton.

Baca Juga: Ditimpa Ujian Sakit? dr Zaidul Akbar Sarankan Berikhtiar dan Berbaik Sangka pada Allah

"Kata Rasul SAW, bahwa yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada syubhat," ujarnya dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip Konten Jatim pada Jumat (17/2/2023).

"Maka suatu hal yang membuat kita was-was, dan Nabi jelaskan lagi dalam ayat yang lain bahkan di dalam Alquran juga Allah menjelaskan bahwa was-was itu umumnya atau sebagian besar itu berasal daripada syaiton," lanjutnya.

Menurutnya, setiap mukmin mestinya tak ragu dengan yang dilakukannya, asalkan ada koridornya.

"Jadi ketika kita ingin melakukan sesuatu dan muncul was-was di situ, maka biasanya atau umumnya was-was itu muncul karena setan. Karena keraguan itu tidak boleh ada dalam jiwa atau dalam diri seorang mukmin," ucapnya.

"Kalau melakukan sesuatu, kerjakan, tapi ada koridornya. Halal jelas, haram jelas ya. Enggak boleh abu-abu," lanjutnya.

Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) itu juga menuturkan bahwa dosa yang diperbuat manusia bisa menggelisahkan hati dan memunculkan rasa was-was.

Baca Juga: Tengah Mengidap Penyakit? dr Zaidul Akbar Beberkan Cara Awal Ini untuk Mengobatinya

"Ternyata dosa itu adalah sesuatu yang menggelisahkan hatimu. Dosa itu adalah sesuatu yang membuatmu cemas. Dosa itu adalah sesuatu yang membuatmu khawatir," terangnya.

Dosa tersebut, tuturnya, bakal memunculkan rasa ketidaknyamanan dan ketakutan.

"Ketika seseorang itu mengerjakan suatu dosa, maka akan muncul perasaan was-was atau ketakutan atau ketidaknyamanan atau kegelisahanlah, yang memang akan dirasakan olehnya pada saat dia melakukan dosa tadi," bebernya.