Menu


Hadiri Pelantikan DPD GAMKI, Emil Dardak Kasih Wejangan Soal Keberagaman Umat di Jatim

Hadiri Pelantikan DPD GAMKI, Emil Dardak Kasih Wejangan Soal Keberagaman Umat di Jatim

Kredit Foto: Doc. Kominfo Jatim

Konten Jatim, Surabaya -

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap agar para pengurus DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Jawa Timur dapat menjadi kader pemuda yang melestarikan moderasi antar ras, suku, dan umat beragama di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

"Kebersamaan aksi lintas elemen di sini bisa terjadi karena cita-cita kita semua sama. Ini luar biasa bagaimana kemudian Indonesia ini bukan sekedar entitas geografis dari Sabang sampai Merauke tetapi merupakan ikatan trust antar masyarakatnya untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan," ungkapnya saat menghadiri pelantikan DPD GAMKI Jatim di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Maranatha Surabaya pada Jumat malam (23/12/2022).

Baca Juga: Ingin Dapatkan Suara Rakyat Jawa Timur, Pengamat: Anies Perlu Khofifah

Apalagi, lanjut Emil, kader-kader DPD GAMKI Jatim selama ini aktif melibatkan diri dalam bermacam bidang pelayanan, seperti pendidikan, sosial, politik, kemasyarakatan dan lain sebagainya.

"Seperti yang kita ketahui Bersama, GAMKI merupakan organisasi pengkaderan yang mempersiapkan anggotanya dalam berbagai bidang pelayanan di Indonesia mulai dari pendidikan hingga kemasyarakatan. Lahirnya GAMKI ini melalui perjalanan sejarah yang amat panjang mengikuti perjalanan sejarah bangsa," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Emil juga mengimbau kepada kader-kader GAMKI untuk senantiasa membuka dialog antar agama.

Baca Juga: Kader NasDem Ngamuk Gegara PDIP ‘Singgung’ Anak Buah Surya Paloh di Isu Reshuffle

"Moderasi yang kita inginkan itu lahir dimulai dari dialog antar agama, menyatukan pandangan dan cita-cita yang sama. Jika tidak ada dialog, maka kehidupan keagamaan akan stagnan," jelas Wagub Emil.

DPD GAMKI Jatim juga diharapkan mampu berkolaborasi bersama gerakan pemuda lainnya untuk memanfaatkan revolusi industri 4.0 dalam ruang-ruang moderasi.

Upaya ini, sebut Emil, tentunya harus didampingi oleh wawasan kebhinekaan dan keindonesiaan untuk memperkuat semangat persatuan.

Khazanah Islam: Apakah Boleh Memakan Hadyu Setelah Dikurbankan? Ini Penjelasannya

Tampilkan Semua Halaman